IKLAN DALAM PERSEPSI GEN Z

Authors

  • Nuriyati Samatan Universitas Nasional
  • Nurhasanah Universitas Nasional
  • Fauzan K Universitas Nasional
  • Robingah Universitas Gunadarma
  • Jun Firmansyah Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55122/kom57.v7i1.2108

Keywords:

Iklan, Persepsi, Gen Z

Abstract

Penggunaan media sosial sebagai sarana untuk mengiklankan sebuah produk, menjadi keniscayaan, saat media konvensional seperti televisi telah banyak ditinggalkan, terutama generasi Z. Sarana untuk iklan saat ini menjadi lebih variatif: iklan luar ruang, menggunakan televisi berbayar dan juga media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Gen Z pada Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian ini menggunakan Teori Persepsi Bem. Jenis penelitian adalah kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivis, objek penelitian Gen Z di Kelurahan Ratu Jawa Depok, subjek penelitian adalah persepsi Generasi Z terhadap Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, melalui observasi, wawancara kepada 5 orang informan representatif,  dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa persepsi Gen Z terhadap iklan dipengaruhi oleh elemen visual, musik, kredibilitas duta merek, dan konten promosi. Penelitian terhadap iklan, menunjukkan kekuatan elemen visual sebagai daya tarik utama, selain musik dan kredibilitas duta merek dan konten  yang ditampilkan. Para informan menunjukkan perilaku aktif terhadap iklan, seperti membuka aplikasi Lazada setelah menonton iklan dan memperhatikan konten karena kehadiran Isyana Sarasvati. Temuan divalidasi melalui triangulasi sumber dengan seorang pakar komunikasi, yang menegaskan bahwa persepsi Gen Z dibentuk oleh paparan visual, daya tarik emosional, dan gaya naratif yang relevan dengan identitas mereka.

References

Astuti, Hani; Pangestu, Bima Ade; & Sumartono. (2024). Strategi Promosi Konten Marketingdi Akun Instagram @Cucisofaid, Komunikata57, Vol. 5(2), pp. 142-151.

Bem, D. J. (1972). ‘Self-Perception Theory’. Dalam L. Berkowitz (Ed.), Advances in Experimental Social Psychology. New York: Academic Press.

Efendi, A., & Lutfianingsih, N. (2023). Media sosial dalam dinamika komunikasi digital. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fitriahningsih. (2020). Peran Brand Ambassador dalam Meningkatkan Efektivitas Pemasaran. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis, Vol. 7(1), pp. 23–34.

Inara, N. (2019). Pengaruh YouTube sebagai media informasi terhadap perilaku remaja. Jurnal Teknologi Komunikasi, 11(2), 45–58.

Isnawati, Iis; Alamsyah; Bachtiar, Alfan; Barizki, Rezzi Nanda; & Putri, Erita Riski. (2025). Analisis Strategi Konten Marketing Holycow by Chef Afit dan Foodvlogger dalam Tayangan di Media Sosial Youtube, Komunikata57, Vol. 6(2), pp. 200-207.

Jefkins, F. (1997). Periklanan (Edisi ke-4). Jakarta: Erlangga.

Jurkiewicz, C. L. (2000). Generation X and the Public Employee. Public Personnel Management, 29(1), pp. 55–74.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), pp. 59–68.

Latief, A., & Utud, S. (2015). Periklanan dalam teori dan praktik. Jakarta: Kencana.

Masri, S., Handayani, I., Dhianty, T., & Wahyuni, L. (2019). Strategi Komunikasi dalam Periklanan Digital. Jakarta: Komunika Press.

Morrisan. (2015). Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana.

Nasution, S. (1988). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.

Samatan, Nuriyati. (2018). Riset Komunikasi II. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

Samatan, Nuriyati; Handayani, Sri Setya; Karina, Hana Michelle. (2024). @Frozyland.id’smarketing Communication in Buildingbrand Awareness, Komunikata57, Vol. 5(2), pp. 86-96.

Samatan, Nuriyati. (2017). Riset komunikasi 1. Jakarta: Penerbit Gunadarma

Shimp, T. A. (2018). Advertising, Promotion, and Other Aspects of Integrated Marketing Communications (9th ed.). Boston: Cengage Learning.

Soemanagara, R. (2012). Strategi Pemasaran Dalam Menghadapi Pasar Lokal. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Walgito, B. (1980). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

We Are Social. (2026). Digital 2026: Top digital and social media trends in Indonesia, diakses pada 15 April 2026, melalui: Digital 2026: Top digital and social media trends in Indonesia - We Are Social Indonesia

Wigatti, R., Rahmawati, R., & Widodo, R. (2018). YouTube sebagai Media Informasi Edukatif. Jurnal Komunikasi dan Teknologi, Vol. 3(2), pp.71–80.

Wijaya, Y. (2018). Validitas dalam penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 115–122.

Wurarah, Y. (2022). Psikologi Persepsi Dalam Komunikasi. Surabaya: Citra Media.

Yanti, N. (2014). Media Sosial dan Perubahan Perilaku Komunikasi Masyarakat. Jakarta: Prenadamedia Group.

Zuldafrial. (2012). Validitas dan Reliabilitas Dalam Penelitian Kualitatif. Padang: Universitas Negeri Padang Press.

Downloads

Published

03-07-2026

How to Cite

Samatan, N., Nurhasanah, Fauzan K, Robingah, & Jun Firmansyah. (2026). IKLAN DALAM PERSEPSI GEN Z. KOMUNIKATA57, 7(1), 65–76. https://doi.org/10.55122/kom57.v7i1.2108