https://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/issue/feedKOMUNIKATA572026-07-03T14:01:23+07:00Iswahyu Pranawukir S.Sn M.Ikomkomunikata57@ibi-k57.ac.idOpen Journal Systems<p><span lang="en">The Scientific Journal of Komunikata57 (KOM57) is a bilingual journal of </span>communication studies which publish particularly articles on Public Relations,Advertising and Marketing Communication, Media and Political Communication, Intercultural Communication, and Organizational Communication</p>https://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2038MUSIK HIP-DUT SEBAGAI BUDAYA POPULER: AKULTURASI HIP HOP DAN DANGDUT GENERASI Z MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK2026-02-20T05:25:02+07:00Defiana Hayu Kinantibelafataya@amikom.ac.idBela Fataya Azmibelafataya@amikom.ac.id<p>Musik hip-dut merupakan hasil perpaduan antara musik dangdut sebagai budaya lokal Indonesia dan musik hip-hop sebagai budaya global. Perpaduan ini menunjukkan adanya proses akulturasi budaya yang berkembang di kalangan Generasi Z melalui media sosial TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses akulturasi musik hip-dut sebagai budaya populer pada Generasi Z melalui TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital, wawancara mendalam terhadap lima informan Generasi Z, serta dokumentasi pendukung. Dasar teori penelitian ini menggunakan teori akulturasi budaya Koentjaraningrat yang menyatakan bahwa akulturasi sebagai proses sosial bercampurnya dua kebudayaan yang berbeda secara bertahap, serta teori budaya populer John Storey untuk menjelaskan hasil akulturasi menjadi sebuah budaya yang dikonsumsi oleh banyak orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi musik hip-dut berlangsung melalui proses pengenalan, penerimaan, konsumsi penggunaan, dan penyebaran. Generasi Z mengenal hip-dut melalui paparan konten di TikTok, kemudian menerima perpaduan unsur hip-hop dan dangdut secara selektif tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Proses ini berlanjut pada tahap penggunaan dan penyebaran musik hip-dut melalui berbagai konten di TikTok sehingga berkembang sebagai budaya populer di kalangan Generasi Z.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Defiana Hayu Kinanti, Bela Fataya Azmihttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2125PENCEGAHAN KEJAHATAN KEUANGAN MELALUI KOMUNIKASI PROAKTIF: ANALISIS KONTEN INSTAGRAM BANK SYARIAH INDONESIA2026-04-29T21:00:53+07:00Ahsani Taqwim Aminuddinahsani.taqwim@unpak.ac.idWininda Qusnul Khotimahwinyninda@uhamka.ac.idDiovita Hernika Pramadhaniahsani.taqwim@unpak.ac.id<p>Perkembangan perbankan digital meningkatkan risiko kejahatan keuangan, sehingga perbankan perlu melakukan komunikasi proaktif di media sosial guna melindungi nasabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Instagram oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pencegahan kejahatan keuangan. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif deskriptif terhadap 73 unggahan di akun resmi @bankbsi_id periode 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkodean berdasarkan intensitas unggahan, jenis pesan, dan sebaran kata pada keterangan (<em>caption</em>). Hasil penelitian menunjukkan BSI konsisten melakukan komunikasi proaktif dengan tren unggahan yang meningkat dari 2021 ke 2022. Jenis pesan didominasi format video (27 unggahan) dan desain grafis (22 unggahan) yang sesuai preferensi audiens. Analisis kata pada <em>caption</em> menunjukkan dominasi kata kunci edukatif seperti "akun", "selalu", "modus", "penipuan", dan "waspada". Penelitian ini berkontribusi pada literatur komunikasi pemasaran digital perbankan dengan menegaskan fungsi media sosial sebagai instrumen edukasi nasabah yang efektif dalam mencegah kejahatan keuangan.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahsani Taqwim Aminuddin, Wininda Qusnul Khotimah, Diovita Hernika Pramadhanihttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2108IKLAN DALAM PERSEPSI GEN Z2026-04-17T12:58:33+07:00Nuriyati Samatannuriyatisamatan@gmail.comNurhasanahnuriyatisamatan@gmail.comFauzan Knuriyatisamatan@gmail.comRobingahnuriyatisamatan@gmail.comJun Firmansyahnuriyatisamatan@gmail.com<p>Penggunaan media sosial sebagai sarana untuk mengiklankan sebuah produk, menjadi keniscayaan, saat media konvensional seperti televisi telah banyak ditinggalkan, terutama generasi Z. Sarana untuk iklan saat ini menjadi lebih variatif: iklan luar ruang, menggunakan televisi berbayar dan juga media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Gen Z pada Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian ini menggunakan Teori Persepsi Bem. Jenis penelitian adalah kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivis, objek penelitian Gen Z di Kelurahan Ratu Jawa Depok, subjek penelitian adalah persepsi Generasi Z terhadap Iklan Lazada 11.11 dengan bintang iklan Isyana Sarasvati. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, melalui observasi, wawancara kepada 5 orang informan representatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa persepsi Gen Z terhadap iklan dipengaruhi oleh elemen visual, musik, kredibilitas duta merek, dan konten promosi. Penelitian terhadap iklan, menunjukkan kekuatan elemen visual sebagai daya tarik utama, selain musik dan kredibilitas duta merek dan konten yang ditampilkan. Para informan menunjukkan perilaku aktif terhadap iklan, seperti membuka aplikasi Lazada setelah menonton iklan dan memperhatikan konten karena kehadiran Isyana Sarasvati. Temuan divalidasi melalui triangulasi sumber dengan seorang pakar komunikasi, yang menegaskan bahwa persepsi Gen Z dibentuk oleh paparan visual, daya tarik emosional, dan gaya naratif yang relevan dengan identitas mereka.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nuriyati Samatan, Nurhasanah, Fauzan K, Robingah, Jun Firmansyahhttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2162ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA KONTEN YOUTUBE @GOFARHILMAN SEBAGAI BENTUK EKSPRESI MAHASISWA KOMUNIKASI VOKASI IPB 612026-05-29T00:24:14+07:00Ambar Sulistia Ningrumambarsulistya37@gmail.comAmiruddin Salehamirrudin_ipb@yahoo.co.idHarvia Atika Zahiraharviaaz14@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa gaul (slang) dalam konten YouTube Gofar Hilman sebagai bentuk ekspresi di kalangan mahasiswa Komunikasi Sekolah Vokasi IPB 61. Penelitian ini berfokus pada bagaimana bahasa gaul digunakan dalam komunikasi sehari-hari, faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta bagaimana mahasiswa memahami ungkapan-ungkapan bahasa gaul yang terdapat dalam konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian terdiri atas lima mahasiswa Komunikasi Vokasi IPB 61 yang dipilih berdasarkan tingkat familiaritas mereka terhadap bahasa gaul dan konten YouTube Gofar Hilman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul banyak digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk menciptakan komunikasi yang santai, akrab, dan ekspresif, terutama dalam interaksi dengan teman sebaya. Faktor lingkungan, pergaulan, serta paparan media sosial terbukti memberikan pengaruh yang kuat terhadap penggunaan bahasa gaul. Selain itu, konten YouTube Gofar Hilman juga berkontribusi terhadap adopsi istilah dan ungkapan bahasa gaul tertentu dalam percakapan sehari-hari mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa gaul telah menjadi bagian dari budaya komunikasi dan identitas sosial mahasiswa di tengah masyarakat digital modern.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ambar Sulistia Ningrum, Amiruddin Saleh, Harvia Atika Zahirahttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2078INTERAKSI SIMBOLIK ANTARA MAKNA, SIMBOL, DAN SOLIDARITAS PADA FANDOM ARMY JAKARTA2026-03-28T11:13:38+07:00Selvi Sofiawatiselvi.sfi@bsi.ac.idSelvy Maria Widuhungselvy.smz@bsi.ac.idWulan Dwi Pratiwiwulan.wpr@bsi.ac.id<p>Fenomena fandom K-pop menunjukkan bahwa komunitas penggemar tidak hanya berfungsi sebagai konsumen budaya populer, tetapi juga sebagai ruang sosial tempat identitas dan solidaritas kelompok dibangun. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana simbol-simbol fandom dimaknai oleh anggota komunitas ARMY di Jakarta serta bagaimana simbol tersebut membentuk hubungan sosial dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer dan George Herbert Mead. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota ARMY di Jakarta yang aktif dalam kegiatan fandom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol fandom, seperti slogan, warna identitas, merchandise, gaya berpakaian, dan penggunaan bahasa Korea, dimaknai sebagai bentuk identitas dan keterikatan emosional terhadap BTS. Simbol-simbol tersebut memperkuat interaksi sosial, membangun pemahaman identitas bersama, serta memperkuat solidaritas kelompok. Penelitian ini menegaskan relevansi interaksionisme simbolik dalam memahami pembentukan identitas kolektif dalam komunitas penggemar digital.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Selvi Sofiawati, Selvy Maria Widuhung, Wulan Dwi Pratiwihttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2133STRATEGI IMPERSONAL DALAM KLARIFIKASI KRISIS2026-05-05T12:42:22+07:00Kiki Nurjamankiki.nurjaman@unpas.ac.idYogi Prima Mudamudaprima81@gmail.comRicoricoaje.1994@gmail.comMayang Riyantietugasbumayang@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan strategi impersonal dalam teks klarifikasi Green SM Indonesia yang diunggah melalui media sosial Instagram terkait insiden kecelakaan pada 27 April 2026 di Bekasi Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis serta metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang meliputi dimensi analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks terdapat penggunaan diksi yang netral, struktur kalimat tidak langsung, serta penghilangan aktor yang mengarah pada strategi impersonal. Pada dimensi praktik diskursif, teks klarifikasi diproduksi sebagai bagian dari komunikasi krisis yang terencana dalam konteks <em>Cyber Public Relations</em> dengan memanfaatkan media sosial sebagai saluran komunikasi yang cepat dan luas. Sementara itu, pada dimensi praktik sosial, penggunaan bahasa impersonal mencerminkan upaya organisasi dalam mengelola makna, mempertahankan legitimasi, serta menghindari atribusi tanggung jawab secara eksplisit di tengah tekanan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi impersonal dalam klarifikasi krisis merupakan bagian dari upaya komunikasi organisasi untuk menjaga citra dan mengendalikan persepsi publik di era digital.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Kiki Nurjaman, Yogi Prima Muda, Rico, Mayang Riyantiehttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2121REPRESENTASI SOLIDARITAS DIGITAL DI INSTAGRAM: ANALISIS TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK PADA FENOMENA 17+8 TUNTUTAN RAKYAT2026-04-25T11:17:01+07:00Fara Dilla Fairuzdillafairuz.fai@gmail.comParsaoran Gultomdosen03321@unpam.ac.id<p>Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat merupakan kumpulan narasi yang berisi keresahan dan tuntutan masyarakat yang dirumuskan secara kolektif oleh aliansi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil terkait persoalan struktural, seperti kesenjangan ekonomi, menurunnya kepercayaan terhadap lembaga negara, dan krisis kemanusiaan yang disebarkan melalui Instagram pada September 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi simbolik dalam gerakan tersebut menggunakan Teori Konvergensi Simbolik oleh Ernest G. Bormann dan konsep <em>Computer Mediated Communication</em> (CMC). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi online, dokumentasi unggahan Instagram, dan studi pustaka, kemudian diuji menggunakan triangulasi sumber dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram menjadi ruang komunikasi digital dalam membangun solidaritas kolektif melalui simbol visual, hashtag, caption, dan narasi bersama. <em>Fantasy theme</em> terbentuk melalui narasi ketidakadilan struktural dan kritik terhadap elit politik, lalu menyebar melalui <em>repost</em> dan interaksi pengguna hingga membentuk <em>fantasy chain</em>. Pengulangan narasi menghasilkan <em>fantasy type</em> berupa konflik rakyat versus elit dan solidaritas kolektif. Keseluruhan proses tersebut mengkristal menjadi <em>rhetorical vision</em> tentang perjuangan bersama menuju keadilan sosial di era digital.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fara Dilla Fairuz, Parsaoran Gultomhttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2203PENGARUH PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS TERHADAP PENURUNAN KINERJA AKADEMIK MAHASISWA SEKOLAH VOKASI IPB2026-06-13T09:13:50+07:00Katarina Diana Nada Purbakatarinadiananada@apps.ipb.ac.idAmiruddin Salehkatarinadiananada@apps.ipb.ac.idHarvia Atika Zahirakatarinadiananada@apps.ipb.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh perundungan di lingkungan kampus terhadap kinerja akademik mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University. Penelitian ini dilakukan karena meningkatnya perhatian terhadap praktik perundungan, termasuk perundungan verbal, sosial, psikologis, dan cyberbullying, yang dapat berdampak negatif pada proses pembelajaran dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung perundungan terhadap partisipasi akademik dan IPK, serta peran mediasi partisipasi akademik. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari 104 mahasiswa aktif melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan SPSS serta PROCESS by Andrew F. Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi akademik (β = 0,074; p = 0,013) dan prestasi akademik/IPK (β = 0,179; p = 0,001). Namun, partisipasi akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK (β = 0,123; p = 0,419), yang menunjukkan bahwa partisipasi akademik gagal memediasi hubungan antara perundungan dan prestasi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa perundungan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi akademik mahasiswa dan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan suportif untuk meningkatkan kesejahteraan serta keberhasilan akademik mahasiswa.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Katarina Diana Nada Purba, Amiruddin Saleh, Harvia Atika Zahirahttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2107PENGARUH KOMUNIKASI PEMERINTAH KOTA PONTIANAK TERHADAP IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK MENUJU KOTA LAYAK ANAK2026-04-17T07:09:15+07:00Nurul Atikahe1101231049@student.untan.ac.idAndi Supiyandiandi.supiyandi@fisip.untan.ac.idJoshua Fernandojoshua.fernando@fisip.untan.ac.idHildawatihildawati@fisip.untan.ac.id<p>Jumlah perokok di Kota Pontianak, khususnya pada kelompok usia produktif masih tergolong tinggi. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan serta menjaga kualitas kesehatan publik, situasi tersebut juga berpotensi menghambat upaya pemerintah kota Pontianak dalam mewujudkan kota Layak Anak (KLA) yang bebas dari paparan asap rokok. Hal ini selaras dengan komitmen tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 3 mengenai kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan publik. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah belum terimplementasinya aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh komunikasi Pemerintah Kota Pontianak terhadap implementasi KTR. Penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat Kota Pontianak yang berusia antara 15 hingga 54 tahun dan merupakan perokok aktif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah <em>accidental sampling</em>, dengan total sampel sebanyak 100 responden. Teori yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edwards III. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi Pemerintah Kota Pontianak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap implementasi KTR. Temuan ini menegaskan bahwa penyampaian komunikasi kebijakan yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung terwujudnya Kota Pontianak sebagai Kota Layak Anak.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Atikah, Andi Supiyandi, Joshua Fernando, Hildawatihttps://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/article/view/2142STRATEGI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAM OPTIMALISASI ENGAGEMENT AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @TRIBUNBOGOR2026-05-14T14:10:42+07:00Risa Anjeli Defanianjelidefany@gmail.comLeonard Dharmawananjelidefany@gmail.com<p>Perkembangan teknologi komunikasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara penyampaian informasi, khususnya pada media berita daring yang terus mengalami peningkatan konsumsi secara global. Platform media sosial telah menjadi saluran utama dalam penyebaran informasi digital, sehingga mendorong media berita untuk beradaptasi melalui strategi desain grafis guna meningkatkan keterlibatan audiens (<em>audience engagement</em>). Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi desain komunikasi visual yang diterapkan pada akun Instagram @tribunbogor dalam mengoptimalkan <em>audience engagement</em> melalui elemen visual seperti tipografi, tata letak, dan hierarki visual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman, yang didukung oleh observasi digital, teknik purposive sampling, penyajian data secara deskriptif, serta analisis Instagram Insights pada periode Januari hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap format konten menerapkan strategi desain yang berbeda: unggahan tunggal menekankan aspek penekanan visual, unggahan carousel berfokus pada retensi informasi melalui kombinasi tipografi, sedangkan reels mengoptimalkan ketepatan visual dengan memanfaatkan <em>safe zone</em>, perataan tengah (<em>center alignment</em>), dan tipografi sans-serif. Dengan demikian, strategi desain komunikasi visual yang adaptif dan selaras dengan karakteristik platform Instagram berkontribusi terhadap peningkatan <em>audience engagement</em>.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Risa Anjeli Defani, Leonard Dharmawan