IMPLEMENTASI RIGGING SEDERHANA PADA KARAKTER 3D LOW-POLY MENGGUNAKAN BLENDER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEMUDAHAN PEMAHAMAN BAGI PEMULA

Main Article Content

Zahran Aidil Aqsa
Ari Kurniawan

Abstract

Rigging merupakan salah satu tahapan penting dalam animasi 3D yang berfungsi memberikan struktur rangka pada karakter agar dapat digerakkan sesuai kebutuhan. Namun, proses rigging dapat menjadi cukup kompleks bagi pemula karena membutuhkan pemahaman mengenai struktur tulang, hierarki bone, parenting, dan weight painting. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan rigging sederhana pada karakter 3D low-poly menggunakan Blender serta menganalisis efisiensi proses dan kemudahan pemahaman bagi pengguna pemula. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan tahapan analisis kebutuhan, pemodelan karakter low-poly, pembuatan armature, penerapan rigging dan weight painting, pengujian gerakan, serta evaluasi pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses pembuatan rigging membutuhkan rata-rata waktu 38 menit dengan efektivitas sebesar 87%. Pemahaman pengguna terhadap struktur tulang memperoleh nilai 86%, akurasi deformasi gerak sebesar 82%, kemudahan penggunaan Blender sebesar 90%, dan tingkat kepuasan pengguna sebesar 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan rigging sederhana pada karakter low-poly menggunakan Blender dapat memberikan proses yang relatif efisien serta membantu pengguna pemula memahami konsep dasar rigging dan pergerakan karakter. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran dasar animasi 3D karena menyederhanakan aspek teknis tanpa menghilangkan fungsi utama rigging.

Article Details

How to Cite
Aqsa, Z. A., & Ari Kurniawan. (2026). IMPLEMENTASI RIGGING SEDERHANA PADA KARAKTER 3D LOW-POLY MENGGUNAKAN BLENDER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEMUDAHAN PEMAHAMAN BAGI PEMULA. Jurnal Nasional Informatika (JUNIF), 7(1), 53–58. https://doi.org/10.55122/junif.v7i1.1914
Section
Articles

References

[1] M. Ruyattman, “Perancangan Buku Panduan Membuat Desain Karakter Fiksi Dua Dimensi secara DigITAL,” J. Desain Komun. Vis. Adiwarna, vol. 2023.

[2] A. N. Faizah, D. A. Nisa, and A. Daniar, “Perancangan Desain Karakter Pada Serial Animasi 2D Berani Berubah Untuk Masa Depan tentang Zero Waste Lifestyle,” J. Suluh, vol. 7, no. 1, pp. 83–100.

[3] G. Sutarman, F. Nila, R. Dewi, J. Liandra, and V. Valentina, “PERANCANGAN DESAIN KARAKTER PADA FILM ANIMASI PENDEK “ BREAKING BARRIERS,” https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/issue/view/962, vol. 9, no. 3, pp. 265–274, 2025, doi: https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v9i3.34385.2025.

[4] C. De Haan, Rosyidouddin, Abdulah, and E. Islami, “Sistem Penulangan pada Karakter 3D dalam Film Animasi The Relativity Of Reality Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta,” J. Ris. Rumpun Seni, Desain dan Media, vol. 4, no. April, 2025, doi: https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v4i1.5764.

[5] N. T. Arfina and H. Y. Prasetiya, “PERANCANGAN KONSEP DESAIN KARAKTER PADA PROYEK PEMBELAJARAN,” J. Digit. Educ. Commun. Arts, vol. 6, no. 1, pp. 42–53, 2023, doi: https://doi.org/10.30871/deca.v6i01.5776.

[6] Y. S. Martyastiadi, R. Theodosia, and S. Prestasi, “LOW-POLY MODELING TOKOH DAN ENVIRONMENT DALAM DESAIN GAME 3D,” vol. VIII, no. 1, pp. 50–57, 2015.

[7] A. Cahyani, “Blender : Solusi Open-Source untuk Pembuatan dan Pengembangan 3D,” 2024.